Rabu, 24 Desember 2014

Aliran – Aliran Yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik




Aliran – Aliran Yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik

             1. Aliran Nativisme
Native, artinya mengenai kelahiran atau pembawaaan, jadi aliran nativisme adalah paham yang menitikberatkan pentingnya factor dasar yang dibawa sejak lahir, Menurutnya perkembangan-perkembangan individu semata – mata dimungkinkan dan ditentukan oleh factor–factor yang dibawa sejak lahir. Dengan demikian, menurut aliran itu keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri
Para pendukung nativisme, biasanya mempertahankan kebenaran pandangan tersebut, yaitu dengan menunjuk berbagai kesamaan atau kemiripan antara pihak orang tua dengan anak – anaknya. Kata mereka : kalau ayahnya ahli musik maka anaknya ahli musik pula, anak pelukis akhirnya menjadi pelukis, anak pelayan demikian juga, bahkan anak penjahat akan cenderung jahat pula kelakuanya. Pepatah jawa menyatakan : “Kacang mongso ninggalno lanjaran” . Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Sopenhauer (1788 - 1860) seorang filsuf jerman. Aliran filsafat nativisme konon dijuluki sebagai aliran pesimistis yang memandang segala sesuatu dengan kaca mata hitam.
  1. Aliran Empirisme
Emperis berarti “pengalaman”. Maka emperisme maksudnya adalah: aliran yang mengutamakan peranan faktor pengalaman, lingkungan, pendidikan, dan tidak mengakui peranan factor dasar atau pembawaan sejak lahir.
Menurut kaum empiris, perkembangan individu itu semata – mata dimungkinkan dan ditentukan oleh factor lingkungan, sedang factor pembawaan tidak memainkan peranan sama sekali. Tokoh utama aliran empirisme adalah John Locke (1632 -1704), seorang yang terkenal menganggap pendidikan sebagai “maha kuasa” untuk mencetak manusia macam apa saja yang dicita - citakan. Sehingga tak ayal lagi sebagai hujjah untuk membenarkan pandangannya, pengikut aliran ini menunjuk pada pendidikan dengan segala fasilitas yang tersedia, dalam menciptakan orang - orang besar caliber dunia.
  1. Aliran konvergensi
Dalam bahasa inggris converge artinya memusatkan pada satu titik, atau bertemu . Maka bisa diartikan, konvergensi adalah ’’titik pertemuan” Agaknya memang benar oleh karena kehadiran aliran ini telah mempertemukan dua pandangan ekstrim, natifisme dan emperisme. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stern (1871 - 1938), sleorang filsuf dan psikolog Jerman, mengatakan bahwa perkembangan individu itu dimungkinkan dan dipengaruhi oleh dua factor, pembawaan dan lingkungan keduanya sama – sama penting, dan bisa diingkari satu oleh factor yang lain. Dengan pembawaan saja tanpa lingkungan, anak manusia tidak akan berkembang. Sebaliknya lingkungan saja tanpa pembawaan, ini juga tidak mungkin.



Sumber : http://zhiepheunochdhooussach.blogspot.com/2013/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

Pandangan Filosofis tentang Kurikulum




Pandangan Filosofis Tentang Kurikulum

Latar belakang
Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah. Kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran, mata pelajaran pada hakekatnya adalah pengalaman nenek moyang masa lampau, pengalaman itu dipilih, dianalisa, kemudian disusun secara sistematis dan logis. Sehingga timbullah mata pelajaran seperti : sejarah, ilmu bumi, ilmu hayat dan sebagainya.
Yang jelas ialah bahwa kurikulum bukanlah buku kurikulum, bukanlah sekedar dokumen yang dicetak atau distensil. Untuk mengetahui kurikulum sekolah, tidak cukup mempelajari buku kurikulumnya saja, melainkan juga apa yang terjadi disekolah, dalam kelas, diluar kelas, kegiatankegiatan di lapangan olah raga, di aula dan sebagainya.
Oleh karena itu, kurikulum harus di tata atau di atur sebaik mungkin agar hasil yang diperolehpun juga bisa maksimal.

A.    Pengertian kurikulum
Istilah kurikulum yang berasal dari bahasa latin curriculum semula bearti a running course, or race course, especially a chariot race course, dan terdapat pula dalam bahasa prancis courier yang bearti to run, berlari. Kemudian istilah itu digunakan untuk sejumlah courses atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.
Secara harfiah, Herman H.Horne berpendapat bahwa kata kurikulum berasal dari bahasa latin yang bearti “a liittle race-course” (suatu lingkaran pengajaran) di mana para guru dan murid terlibat didalamnya.
Dalam kamus webster, istilah kurikulum yang semula digunakan dalam bidang olahraga, pada 1955 digunakan dalam bidang pendidikan. Dalam kamus itu kurikulum diartikan menjadi dua. Pertama, sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa di sekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu. Kedua, sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga atau jurusan.
Seperti halnya dengan istilah-istilah lain yang banyak di gunakan kurikulum juga mengalami perkembangan dan tafsiran yang berbagai ragam. Hampir setiap ahli kurikulum mempunnyai rumusan sendiri, walaupun diantara berbagai definisi itu terdapat aspek-aspek persamaan. Secara tradisional kurikulum diartikan sebagai mata pelajar yang dianjarkan di sekolah. Pengertian kurikulum yang dianggap tradisional ini masih banyak dianut sampai sekarang, termasuk indonesia.
Dalam perkembangan kurikulum sebagai suatu kegiatan pendidikan, timbul berbagai definisi lain. Definisi ini menentukan hal-hal yang termasuk kedalam ruang lingkupnya.
Ada beberapa batasan kurikulum dari beberapa ahli berdasarkan rangkuman J.G Sailor tahun 1981, yaitu antara lain :

1.      Menurut Lewis dan Meil
Kurikulum adalah seperangkat bahan pelajaran, rumusan hasil belajar, penyediaan kesempatan belajar, kewajiban dan pengalaman peserta didik.
2.      Menurut Taba
Kurikulum adalah tak peduli bagaimana rancangan detailnya, terdiri atas unsur-unsur tertentu. Suatu kurikulum biasanya mengandung suatu kenyataan mengenai maksud dan tujuan tertentu ; ia memberi petunjuk tentang beberapa pilihan dan susunan isinya ; ia menyorotkan pola belajar dan mengajar tertentu, baik karena dikehendaki oleh tujuannya maupun oleh susunan isinya. Akibatnya ia memerlukan suatu program pengevaluasian hasil-hasilnya.
3.      Menurut Stratemayer Sc
Dewasa ini kurikulum dianggap sebagai hal yang meliputi bahan pelajaran dan kegiatan kelas yang dilakukan anak dan pemuda; keseluruhan pengalaman didalam dan diluar sekolah atau kelas yang disponsori oleh sekolah: dan seluruh pengalaman hidup murid. Adapun batasan yang diterima pendidikan harus menetapkan kearah ilmu pengetahuan, pengertian-pengertian, kecakapan-kecakapan yang manakala pengalaman-pengalaman yang baru akan dibimbing. Kebijaksanaan ini menentukan scope dari kurikulum sekolah.
4.      Kurikulum secara sederhana kita sebut program pendidikan adalah jalan terdekat untuk sampai kepada tujuan pendidikan. Menurut Brubecher, dengan tujuan atau arah proses pendidikan yang ditetapkan. Langkah selanjutnya sudah jelas yaitu cara-cara dan alat-alat untuk mencapai tujuan tersebut. Diantara semua itu maka kurikulum mrminta perhatian pertama. Sesuai dengan asal pengertiannya, menurut bahasa latin, kurikulum ialah suatu landasan terbang, suatu arah yang dilalui seseorang untuk mencapai tujuan, seperti dalam suatu perlombaan, kurikulum atau kadang-kadang disebut bahan pelajaran. Apaun namanya, namunn kurikulum itu menggambarkan landasan diatas, maka murid dan guru berjalan mencapai tujuan dari pendidikan. 

B.         Prinsip dan dasar kurikulum
Salah satu komponen pendidikan sebagai suatu sistem adalah materi. Materi pendidikan ialah semua bahan pelajaran yang di sampaikan kepada peserta didik dalam suatu institutsional pendidikan. Materi pendidikan ini lebih di kenal dengan istilah kurikulum. Sedangkan kurikulum menunjuk pada materi yang sebelumnya telah di susun secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Menurut H.kilpatrick dalam philosofhies of education, prinsip kurikulum ada tiga
1.      Meningkatkan kualitas hidup anak pada tiap jenjang sekolah.
2.      Menjadikan kehidupan aktual anak dan berkembang dalam kehidupan yang menyeluruh (all round living). Sekolah berupaya agar anak dapat berkembang secara baik dalam masyarakat serta tidak menghambat anak dan masyarakat kearah yang terbaik.
3.      Mengembangkan aspek kreatif kehidupan, sehingga anak dapat berkembang sesuai kemampuannya agar mampu memikirkan hal-hal baru yang akan dilakukan serta kecakapan efektif untuk mengamalkan hal-hal tadi secara bijaksana melalui pertimbangan yang matang.

Menurut Al-Syaibany, prinsip-prinsip dasar “filsafat kurikulum” dalam pendidikan islam yang terpenting adalah sebagai berikut:
1.      Bekaitan secara sempurna dengan ajaran agama dan nilai-nilainya. Semuanya yang berkaitan dengan  kurikulum (filsafat, tujuan, kandungan, metode, dll) terkait secara sempurna secara islam.
2.      Menyeluruh (universal). Tujuannya harus mencakup pengembangan seluruh aspek pribadi anak. Kandungan juga mencakup seluruh hal yang berguna untuk membina pribadi anak tadi.
3.      Seimbang antara tujuan kurikulum dan kandungannya. Seimbang dalam mencapai kepentingan dunia dan akhirat serta kepentingan jasmani, akal, dan jiwa.
4.     Berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan anak. Ini berkaitan dengan alam/ masyarakat sekitar dimna ia hidup.
5.      Memelihara perbedaan individual anak dalam bakat, minat, kemampuan, kebutuhan dan masalah-masalahnya serta memelihara perbedaan antara alam sekitar dan masyarakat.
6.      Perkembangan dan perubahan. Kurikulum harus dinamis, tidak boleh beku, sehingga harus di perbaharui.
7.      Peraturan antara pelajaran,pengalaman,dan aktifitas. Peraturan antara kebutuhan murid, masyarakat,dan tuntutan zaman di mana murid berada.

Al-Syaibany,menjabar kan dasar-dasar filsafat kurikulum ada empat,sebagai berikut:
1.      Dasar agama. Sistem yang ada dalam masyarakat ,khususnya sistem pendidikan,harus meletakkan dasar filsafat,tujuan,dan kurikulumnya pada islam. Dasar yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist,kemudian dari sumber cabang lain yang di gali dari dua kitab tersebut seperti ijma’,qiyas,mashalih mursalahi (kepentingan umum),ihtihsan (yang di anggap baek). Dari sumber inilah,pendidikan islam mengambil dasar-dasar kurikulumnya.
2.      Dasar filsafat. Prinsip,watak,dan ciri-cirinya tidak tergolong dalam filsafat mana pun buat manusia,baik yang tradisional mau pun progrensif,tetapi bersumber dari wahyu Allah,sunah,dan peninggalan pemikiran islam yang benar sepanjang zaman. Namun demikian,kebebasan dan ciri filsafat pendidikan islam tidak menghindari filsafat buatan manusia.
3.      Dasar psikologi. Berkenaan dengan ciri-ciri perkembangan anak,tahap kematangannya, bakat-bakat jasmani,intelektual,bahasa,emosi,sosial,kebutuhan,keinginan,minat kecakapan yang bermacam-macam,perbedaan individual antar mereka,faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan,proses belajar,pengamatan terhadap  sesuatu,pikiran,dan lain-lain.
4.      Dasar sosial. Ciri-ciri masyarakat islam yang berlaku di mana pendidikan itu berada sebagai dasar penyusunan kurikulum,agar nanti ia turut serta dalam sosialisasi (proses pemasyarakatan) budaya setempat,seperti pengetahuan,kepercayaan,seni,dan sebagainya. Ini supaya pendidikan islam dengan segala seginya tidak berjalan di awang-awang, tapi berlaku dalam rangka masyarakat islam yang memiliki indentitas.
  
C.      Ciri-ciri kurikulum
Sistem pendidikan menuntut pengkajian kurikulum yang islami, tercermin dari sifat dan karakteristiknya. Kurikulum seperti itu hanya mungkin, apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang islami pula, seperti bertolak dari pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan pada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah yang islami.
Agar kriterium kurikulum pendidikan tersebut diatas dapat terpenuhi kurikulum pendidikan Islam menurut An Nahlawi harus pula memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.   Sistem dan perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk mensucikannya, dan menjaganya dari penyimpangan dan menyelamatkannya.
b.   Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, yaitu ikhlas, taat beribadah kepada Allah, disamping merealisasikan tujuan aspek psikis, fisik, sosial, budaya maupun intelektual.
c.   Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodesasi perkembangan peserta didik maupun unisitas (kekhasan) terutama karakteristik anak-anak dan jenis kelamin.
d.   Dalam berbagai pelaksanaan, aktivitas, contoh dan nash yang ada dalam kurikulum harus memelihara kebutuhan nyata kahidupan masyarakat dengan tatap bertopang pada cita ideal Islami, seperti rasa syukur dan harga diri sebagai umat Islam serta tetap mendukung dengan kesadaran dan harapan akan pertolonhan Allah, serta ketaatan kepada rasulnya yang diutus untuk ditaati dengan izin Allah.
e.   Secara keseluruhan struktur dan organisasai kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan dengan polah hidup Islami.
f.     Hendaknya kurikulum itu bersifat realistik atau dapat dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi serta batasan kemungkinan yang terdapat didalam kehidupan negara tertentu.
g.   Hendaknya metode pendidikan atau pengajaran dalam kurikulum bersifat luwes sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai situasi dan kondisi serta perbedaan individual siswa dalam menangkap, mencerna dan mengolah bahan pelajaran.
h.    Hendaknya kurikulum itu efektif dalam arti berisikan nilai edukatif yang dapat membuahkan tingkahlaku positif dalam membentuk afektif (sikap) Islami dalam kepribadian anak.
i.      Kurikulum harus memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami, seperti pendidikan untuk berjihad dan dakwah Islamiyah serta membangun masyarakat muslim dilingkungan sekolah.

D.          Kurikulum pendidikan islam di Indonesia
     Pendidikan islam formal di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu: sistem madrasah dan sistem pondok pesantren.
Sistem madrasah terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu:
a.       Madrasah diniyah
b.      Madrasah
c.       Al-jamiyah

a).  Madrasah Diniyah
Madrasah diniyah artinya adalah sekolah agama sesuai dengan namanya maka di sekolah ini diajarkan pelajaran-pelajaran agama. Madrasah ini memiliki 3 (tiga) tingkat:
1). Madrasah diniyah awaliyah yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam tingkat permulaan, masa belajar 4 tahun.
2). Madrasah diniyah wustha ialah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam tingkat pertama. Lama belajarnya 2 tahun.
3)      Madrasah diniyah ulya ialah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam tingkat lanjutan atas, masa belajarnya 2 tahun. Lembaga pendidikan ini didirikan dengan tujuan untuk menutupi kebutuhan anak-anak usia sekolah dasar yang merasa kekuranganpendidika dan pengajaran agama islam sewaktu ia duduk dibangku sekolah.

        Sehubungan dengan itu, mata pelajaran-mata pelajaran yang diberikan dimadrasah ini adalah:
a.       Al-Qur’an, Tafsir, dan Tajwid, ilmu Tafsir
b.      Hadits, ilmu Hadits
c.       Tauhid / Aqidah
d.      Fiqih, Usul Fiqih
e.       Tarikh
f.       Bahasa Arab
g.      Akhlaq
b).  Madrasah
Madrasah ini terdiri dari tiga tingkat, yaitu:
1)     Madrasah Ibtidaiyah setingkat dengan sekolah dasar, masa belajarnya 6 tahun.
2)     Madrasah Tsanawiah setingkat dengan sekolah menengah pertama, masa belajarnya 3 tahun.
3)      Madrasah Aliyah setingkat dengan sekolah menengah umum, masa belajarnya 3 tahun.


c).  Al-Jamiah Al-Islamiyah
Kurikulum Al-Jamiah Al-Islamiyah ini merupakan kurikulum IAIN (Institut Agama Islam Negeri)
IAIN merupakan lembaga pendidikan islam tinggi negeri di bawah pengelolaan Departemen Agama Republik Indonesia, IAIN memiliki 5 fakultas, yaitu:
1)      Fakultas Tarbiyah
2)      Fakultas Syari’ah
3)      Fakultas Usuluddin
4)      Fakultas Adab
5)      Fakultas Dakwah
Adapun struktur kurikulum inti dalam ketentuan yang berlaku untuk IAIN ada 3 macam, yaitu:
1)      MKU  = Mata Kuliah Umum
2)      MKDK           = Mata Kuliah Dasar Keahlian
3)      MKK  Mata Kuliah Keahlian

Disamping itu telah ditetapkan pula adanya kurikulum lokal, yaitu sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi (IAIN) yang ketentuan jumlah mata kuliahnya 25% berbanding 75% kurikulum inti dan penyusunannya didasarkan kepada :
1)      Keselarasan dengan kurikulum inti.
2)      Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.
3)      Sesuai dengan ciri khas masing-masing perguruan tinggi (IAIN).
4)      Mampu memberi keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan bagi sarjana keluaran IAIN yang bersangkutan.


Kesimpulan
Istilah kurikulum yang berasal dari bahasa latin curriculum semula berarti a running, or race course, dan terdapat pula dalam bahasa perancis courier artinya to run, berlari. Kemudian istilah itu digunakan untuk sejumlah course atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.
Istilah kurikulum juga mengalami perkembangan dan tafsiran yang berbagai ragam. Hampir setiap ahli kurikulum mempunyai rumusan sendiri, walaupun diantara mereka yang menafsirkan terdapat banyak persamaan. Secara tradisional, kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan disekolah dan masih banyak dianut sampai sekarang termasuk di Indonesia.
Pada dasarnya, tidak banyak pendidik yang menerima definisi kurikulum yang sempit itu karena manusia senantiasa merupakan kebulatan yang mengandung aspek kognitif (intelektual), afektif (perasaan) maupun psiko-motor (keterampilan). Anak harus dibina secara keseluruhan.
Prinsip-prinsip dan dasar-dasar dalam merumuskan kurikulum Pendidikan Islam, yakni :
1)   prinsip pertautan yang sempurna dengan agama, ajaran dan nilai-nilainya.
2)   menyeluruh (universal) pada tujuan-tujuan dan kandungan-kandungan kurikulum.
3)   keseimbangan yang relatif antara tujuan-tujuan dan kandungan kurikulum.
4)   pemeliharaan perbedaan-perbedaan individual diantara para pelajar, baik dari segi minat maupun bakatnya.
5)   menerima perkembangan dan perubahan sesuai  dengan perkembangan zaman dan tempat.
6)   keterkaitan antara berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum. Dengan demikian tujuan dari Pendidikan Islam dapat tercapai.



Sumber : http://aizenk.blogspot.com/2013/10/pandangan-filosofis-tentang-kurikulum.html




Filsafat Ilmu Pendidikan Abad 21




BAB I
 PENDAHULUAN

Generasi yang tumbuh dan berkembang saat ini dibesarkan dalam dominasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang disebut sebagai internet atau net generation.   Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap internet menyebabkan mereka lebih menggunakan internet sebagai sumber informasi dibandingkan perpustakaan. Dari berbagai survey ditemukan bahwa net generation mengakui pentingnya perpustakaan sebagai sumber informasi, tetapi bagi mereka internet lebih menjanjikan kemudahan penggunaan dan kecepatan akses.       
Perpustakaan perlu melakukan pengembangan perpustakaan dari sisi teknologi informasi, fasilitas fisik, koleksi maupun layanan perpustakaan sesuai dengan karateristik net generation agar mereka mau melirik dan tertarik untuk datang ke perpustakaan secara fisik maupun maya. Makalah ini akan membahas lebih lanjut mengenai ciri-ciri perkembangan abad 21.


BAB II
         PEMBAHASAN

A.       Multi Tasking

Multi tasking adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain disebut context switch. Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat -- kondisi ini cukup untuk memberikan ilusi pengolahan-paralel. Bahkan dalam komputer yang memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), multitasking memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU yang tersedia.
Dalam sistem multi-program, pekerjaan yang sedang diolah terus berjalan hingga membutuhkan suatu operasi yang memerlukan interaksi dari luar. (e.g. membaca dari tape). Sistem multi-program didesain untuk memaksimalkan penggunaan CPU. Dalam sistem time-sharing , pekerjaan yang sedang diolah diharuskan melepaskan kerja CPU, baik secara sukarela atau dari interaksi luar, seperti interupsi-perangkat-keras. Sistem Time-sharing didesain untuk memperbolehkan beberapa program seolah diproses secara bersamaan. Dalam sistem real-time, beberapa program yang sedang menunggu dijamin untuk mendapatkan pengolahan dari CPU ketika interaksi luar terjadi. Sistem real-time didesain untuk melakukan kontrol mekanik seperti robot-robot industri, yang memerlukan ketepatan pemrosesan. Dewasa ini, penggunaan istilah time-sharing jarang digunakan, dan digantikan dengan istilah multitasking.

Multitasking adalah pemrosesan beberapa tugas pada waktu yang bersamaan. Sebagai contoh, jika seseorang sedang menyetir, bertelepon lewat ponsel, dan sambil merokok secara bersamaan, maka orang tersebut melakukan multitasking Multitasking merupakan mekanisme kerja komputer. CPU komputer dapat menangani beberapa proses dalam waktu yang sama secara akurat. Proses yang dikerjakan tergantung pada instruksi yang diberikan oleh software komputer. Oleh sebab itu, untuk memanfaatkan kemampuan CPU secara maksimal, software yang digunakan juga harus memiliki kemampuan multitasking. Saat ini, berbagai software sistem operasi sudah memiliki kemampuan multitasking. Itulah sebabnya, saat ini Anda bisa browsing di halaman web SmitDev, chatting, sambil mendengarkan musik secara bersamaan.
                         
 B.  Multimedia Learning

Multimedia learning adalah penggunaan computer untuk menyajikan dan menggabungkan text, suara gambar dan animasi dengan dengan alat bantu dan koneksi ( tool dan internet link) sehingga pengguna dapat berinteraksi berkarya dan berkomunikasi dan multimedia juga diadopsi oleh dunia game. Multimedia digunakan pula di duna pendidikan dan bisnis. Di dalam dunia pendidiakn multimedia digunakan sebgai bahan atau media pengajaran baik dalam kelas maupun sendiri sendiri.
Didalam bisnis multimedia digunakan sebagai profil perusahaan, promosi bahkan sebagai kios informasi dan pelatihan. Definisi Multimedia Multimedia adalah Perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik. Jenis Multimedia Pada perkembangannya Multimedia dibagi atas dua jenis yaitu “Multimedia Linier” dan “Multimedia Interaktif. Multimedia Liner adalah jenis multimedia yang berjalan lurus. Multimedia jenis ini bisa diliat pada semua jenis film, Tutorial Vidio, dll. sedangkan Multimedia Interaktif adalah jenis multimedia interaksi, artinya ada interaksi antara media dengan pengguna media melalui bantuan komputer, mouse keaboard. Multimedia telah diaplikasikan dalam berbagai bentuk dan tujuan sesuai fungsi pengaplikasiannya, seperti: 1. Media Pembelajaran 2. Game: virtual game, virtual driving 3. Film, Animasi 4. Medis: animasi petunjuk medis 5. Militer 6. Bisnis 7. Desain Arsitektur 8. lahraga dan Hobi 9. Iklan dan Promosi Multimedia Developer + Instructional Designer – Software aplication – Role play template – Interactivity matter – Certification procedure – Learning Strategy + Art Designer – Graphic Icon – Color Harmony – Software Aplication – Background & Layout
Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
Sedangkan keunggulan multimedia learning adalah sebagai berikut.
1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron, dan lain-lain.
2. Memperkecil benda yang sangat besar, yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-lain.
3. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan lain-lain.
4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju dan lain-lain.
5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

C.   Online Social Networking
Online social networking atau media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Sosial media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar yaitu :
1. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi ( Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum,dll)
3. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6. MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7. Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9. Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
Online social networking  meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, dan ttidak peduli siang atau pun malam.
Online social networking  memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “kecil” bisa seketika menjadi besar dengan Media sosial, begitupun sebaliknya orang “besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Media sosial.
Apabila kita dapat memnfaatkan media sosial, banyak sekali manfaat yang kita dapat, sebagai media pemasaran, dagang, mencari koneksi, memperluas pertemanan, dll. Tapi apabila kita yang dimanfaatkan oleh Media sosial baik secara langsung ataupun tidak langsung, tidak sedikit pula kerugian yang akan di dapat seperti kecanduan, sulit bergaul di dunia nyata, autis, dll).
Orang yang pintar dapat memanfaatkan media sosial ini untuk mempermudah hidupnya, memudahkan dia belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari informasi, berbelanja, dll. Media sosial menambahkan kamus baru dalam pembendaharaan kita yakni selain mengenal dunia nyata kita juga sekarang mengenal “dunia maya”. Dunia bebas tanpa batasan yang berisi orang-orang dari dunia nyata. Setiap orang bisa jadi apapun dan siapapun di dunia maya. Seseorang bisa menjadi sangat berbeda kehidupannya antara didunia nyata dengan dunia maya, hal ini terlihat terutama dalam jejaring sosial.

D.   Online Info Searching
Online info searching adalah proses interaktif mencari dan mengambil informasi yang diminta melalui komputer dari database yang sedang online atau yang lebih jelas nya mencari informasi di internet. Internet sebagai perpustakaan online dan kemampuannya dalam membangun komunikasi yang interaktif memungkinkan setiap orang melakukan pendidikan jarak jauh. Artinya, seorang guru atau dosen dengan siswa atau mahasiswa tidak harus berada di satu tempat, melainkan bisa di tempat yang berbeda walaupun jauh. Mengapa bisa? Karena siswa bisa mengakses website yang telah sekolah buat, lalu siswa mengikuti proses pendidikan di depan komputernya, bisa kapan saja, bahkan hingga 24 jam. Dengan tersedianya milyaran informasi yang ada di internet, Anda hanya perlu mencari nya saja. Hanya dengan mengetik beberapa kata pun, informasi yang Anda inginkan sudah bisa didapatkan. Misalnya Anda sangat gemar dengan olahraga sepakbola, maka semua informasi mengenai sepakbola di internet ada. Jadi, internet sangat menambah wawasan penggunanya. Tak perlu membeli koran, tak perlu berlama-lama menunggu informasi yang Anda mau di TV. Dengan internet, informasi apapun bisa langsung Anda dapatkan. Jadi, dapat dibuktikan bahwa internet bukan hanya media yang murah, tetapi juga sangat efisien.

E.   Games, Simulations And Creative Expression
Media interaktif atau media berbasis computer dibedakan dengan media lainnya karena kemampuannya untuk berinteraksi langsung dengan pengguna. Tentu saja media ini membutuhkan perangkat tertentu untuk memasukan perintah atau respon dari pengguna dan memberikan respon sesuai yang dikehendaki. (Seels & Richey, 1994) Media Terpadu Media Terpadu adalah media yang memadukan beberapa jenis Media menjadi satu biasanya dikelola oleh computer. (Seels & Richey, 1994) Contoh dari Media ini adalah Pembelajar interaktif dengan memadukan jaringan, Papan informasi yang berupa Media Cetak dipadukan dengan Audio pengiring dan sebagainya 2. Kedudukan Media dalam Sistem Pembelajaran Kemajuan teknologi saat ini memang tak terbendung hal ini harus disikapi bijaksana terkait salah satu funginya sebagai sebuah media sumber belajar. Media pembelajaran sendiri merupakan alat bantu dalam sebuah proses pembelajaran. Kedudukannya dalam sebuah proses pembelajaran merupakan hal yang penting dikarenakan kemampuannya menjembatani antara pendidik dan peserta didik. Setiap media mempunyai kemampuan dan kegunaan masing-masing dalam menjembatani antara pendidik dan peserta didik, tergantung dari bentuk apa pengetahuan yang akan diberikan kepada siswa. Pemilihan media yang tepat mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam sebuah proses pembelajaran. Kedudukan media dalam sistem pendidikan hanyalah sebagai media penyampaian atau media pembawa pesan. Namun hal tersebut rupanya menjadi sebuah alat penting dalam proses pembelajaran yang telah mengalami pergeseran. Media pembelajaran saat ini haruslah sebuah media yang bukan hanya bersifat media sebagai penyampaian pesan, namun media harus mampu menjadi sebuah pengalaman belajar. Media sendiri dibuat agara peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan lewat verbalistik melainkan dibuat untuk memberikan sebuah pengalaman belajar dan pengaktifan ranah kognitif dan psikomotorik dalam sebuah proses pembelajaran. 3. Media Pembelajaran dalam Teknologi Pembelajaran Dalam teknologi pembelajaran, media memiliki multi makna, baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang, maksud, dan tujuannya. Media juga sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
Dari beberapa kajian yang telah diulaskan di atas, terdapat beberapa ciri-ciri positif dalam aplikasi permainan komputer dalam pembelajaran. Dintaranya ialah pemain akan berminat untuk mempelajari dan mengetahui peraturan sesuatu permainan. Permainan yang efektif dan berkesan adalah permainan yang mempunyai peraturan yang lengkap dan adil, memerlukan pemikiran logik dan sedikit pengiraan (Overmars, 2005). Dalam kajian Grice dan Strianese (2000) pula, terdapat beberapa ciri penting dalam suasana pembelajaran melalui permainan, antaranya ialah menyediakan interaksi dan tindak balas yang tinggi,mempunyai matlamat yang khusus dan prosidur yang bagus, mempunyai motivasi, menyediakan alat yang sesuai serta menyediakan suatu suasana yang tidak membosankan. Daripada kajian ini terdapatempat hipotesis yang dibincangkan iaitu: 
1. Permainan merupakan sesuatu yang menyeronokkan lebih dari bekerja kerana mempunyai impak yang tinggi
2.  Kita mempelajari dan membangunkan sesuatu perkara melalui permainan adalah lebih mudah
Permainan berkomputer yang disimulasikan dalam realiti nyata adalah jauh berbeza daripada permainan yang dibangunkan khusus untuk komputer.
Terdapat banyak perkara yang dapat dipelajari daripada antara muka permainan yang bolehdiaplikasikan dalam rekabentuk interaksi manusia-komputer.Kloffer (2005), menggariskan elemen permainan video yang mempunyai potensi sebagai alat pembelajaran berkesan adalah seperti berikut:
1.  Di reka bentuk untuk memotivasikan pemain untuk mempelajari sesuatu dengan berjaya danmeningkatkan kemahiran dan strategi
2.  Mempunyai kemahiran menyelesaikan masalah
3.  Permainan atas talian menggalakkan kolaborasi dan komunikasi
4.  Membangunkan spatial  memori dan kemahiran merancang



Sumber : Lilifajrudin.blogspot.com